Rabu, 06 April 2011

Pertemuan Singkat

Tepat Pagi di Hari Senin . Hari pertama di awal minggu ini aku harus ekstra semangat, kerjaan ku akan bertambah dalam minggu ini, ya hanya minggu ini aku ekstra bekerja, itu yang Bos ku katakan. Sebenarnya aku sangat malas bekerja kalau hari senin. ckckck
"Sya, saya mau kamu ke rumah ambilkan berkas di kamar saya. minta tolong bibi atau mamah saja. ini kunci kamar saya." Ucap Bos ku tanpa berpaling dari laptopnya itu. 
"Iya pak." kataku mengambil kunci itu.
"Eh, pakai mobil saya saja, bisa kan ?" katanya lagi berjalan mendekat kearahku dan memberikan kunci mobilnya.
terkadang Boz ku ini terlihat seperti anak kecil, tapi kadang aku melihatnya seperti monster galak tapi tetap baik pada siapapun.

sejam kemudian, saat aku mengendarai mobil Bos ku mengirim pesan singkat pada ku, dia mengatakan bahwa -dia sedang ada di Cafee milik Kakak ku, dan dia minta di jemput.- apa-apaan ini ? orang itu ada-ada saja. aku memutar balik ke arah berlainan menuju Vikaa Cafe. Nama Singkat Aku dan Kakak ku, Kasyafani dan Selviani ..
"Lama banget sih!" kata Pak Rafa menghampiriku.
"ini ngebut ko, Pak. Bapak aja engga sabaran." gerutuku. Bos ku ini umurnya hanya beda 4 tahun dengan ku, sekitar 28 tahunan umurnya. kelakuannya ngeyel, nanti kalau dia salah baru bilang "iya ya sya. coba saya ikutin saran kamu." hah, menyebalkan sekali dia.
kakak ku hanya tersenyum dan mendadahi aku dari jendela kantornya, belum lama ini dia melangsungkan pernikahannya.


"Sya, nanti malam temenin saya pergi ke undangan mantan pacar saya ya." celetuknya.
"Hah ? engga ahh. itu kan mantan pak rafa, kenapa saya harus ikut. emangnya bapak engga punya pacar apa?" kataku serada kesal.
"justru karena saya engga punya pacar saya ajak kamu, dodol!" katanya seenaknya mengejekku. bos ku yang satu ini seenaknya kalau bicara denganku. kami seperti teman saja kalau di luar kantor. bahkan aku memanggilnya aa, kalau sedang jalan denganya.
dia mencoba merayuku dengan menjanjikan akan menemaniku pergi menengok orang tuaku minggu depan. 'yes, jadi aku engga usah cape-cape nyetir, hahaha' tawa jahatku.
"oke deh. aa mau jemput jam berapa ?" kataku.
"habis sholat mangrib saja ya." katanya.

Malam itu aku sedikit ragu ikut bersama Bos ku, pasti aku dicuekin sama si dodol itu.
"jangan tegang dong, biasa saja, santai." celetuknya. ingin sekali aku menjitak jidatnya yang nongnong itu. gggggggrrrrrr !
di dalam sana semua orang memperhatikan aku, apa ada yang salah denganku? 
"Rafa !!" panggil seseorang.
"ah, lu man. kangen gw sama lu, apa kabar lu ? temen-temen yang laen dateng kagak?" katanya. lelaki yang memanggil Aa Rafa itu melihatku dengan tatapan seolah-olah aku ini aneh.
"sejak kapan lu pacaran sama cewek polos?" bisik lelaki itu tapi aku bisa mendengarnya.
"hahahaha, dia bukan pacar gw, dia ini temen sekaligus sahabat gw. kita temen ya sya." ia tersenyum padaku dan aku hanya terseyum tanda mengiyakan ucapannya.
Ternyata semua orang pikir aku ini adalah pacar Aa Rafa. aku pikir aku salah kostum atau aku ini aneh gitu, huh.

sebulan setelah malam itu.
"Sya, temenin aa yuk, kita jalan. Aa lagi Bosen di rumah." kata suara disebrang sana.
"Hah, perasaan Bosen melulu dah .. " kataku.
"yeey, serius nii, ayo lahh nanti kita makan es krim, mau engga?" rayunya.
"Oke deh, aku suka es krim." kataku menyetujuinya, aku pasti tergoda jika di ajak makan Es krim. lagian hari ini hari libur, cafee juga lagi tutup, persedian habis. jadi aku bisa pergi menemani orang itu.
brmmm brmmmm, tinn tinn ..
suara klakson motor itu mengganggu ku menonton televisi. aku pikir itu suara motor pacar tetangga depan rumahku yang selalu gonta ganti itu, ternyata orang aneh itu sudah ada didepan rumahku, tumben sekali orang itu pergi dengan motornya.
"Mas, Mas, Mas. Tolong ya, berisik ni." kataku sambil tertawa menggodanya.
"Enak aja, kamu pikir Aa Mas-Mas apa?" ia memarkirkan motor dan duduk di sebelahku. "kamu mau pake baju itu perginya ?" celetuknya sambil melihatku aneh.
"engga mungkin lah! bisa-bisa cewek-cewek pada ngamuk gara-gara cowok-cowoknya suka sama aku." kataku PD (percaya diri-red)
"Lagian kamu oon .. Aa udah disini kamu masih aja pake celana pendek gito, ganti sana dodol. dandan yang cantik!" katanya mengacak-ngacak rambut ku. aku lalu pergi masuk dan mengganti pakaian ku, modal celana jeans dan kaos plus sewater cukup, berangkaaat !!
"Peluk, nanti jatoh suruh ganti rugi lagi." katanya saat aku duduk diatas motor besar itu.
"engga mau ! maunya tuuuh di peluk sama aku." kataku menunjuknya sambil tertawa.
"bodoh, pakai helmnya dan peluk." katanya menarik tanganku dan melingkarkan diseputaran perutnya. "Oke, berangkat ! bismilahirohmanirohim ." ucapnya.
sebenarnya aku suka padanya, anak yang sholeh dan sayang keluarganya. meskipun dia bos di kantorku, dia bahkan tidak pernah sombong. 
"Sya, kamu suka es krim ini yah ?" katanya sambil menyantap es krimnya.
"Iya, aku suka eskrim vanila strawbery, hmmm .." kataku menggoda.
"suka juga engga sama Aa?" celetuknya tanpa henti melihatku yang sedang makan es krim.
"suka, suka banget Aa sholeh sih, terus baik lagi suka ngajakin aku makan es krim disini." ucapku tersenyum. lalu dia menyantap es krimnya lagi, sekarang giliran aku yang menatapnya, seperti ada sesuatu yang aku engga tahu.
"Aa juga suka sama kamu, oon, dodol, tapi otak kamu encer juga ya bisa ngerjain tugas-tugas kantor." katanya tertawa, kami tertawa sambil menyantap es krim.
"jadi ini cewek yang kamu puja itu fa? Udik !" sambil menunjuk aku dan menatap Rafa kejam, dan lalu Rafa berdiri marah.
"Iya. gw suka sama dia dan gw sayang sama dia, bahkan gw cinta sama dia. Puas!" Jawab Rafa Tegas. aku berdiri bingung, apa maksudnya semua ini?
"denger ya Na. Jauhin gw dan Jangan Pernah MUNCUL di hadapan gw atau cewek gw!" bentaknya saat wanita itu marah-marah pada Rafa. lalu ia menarik tanganku membayar es krim dan mengajak ku pergi dari situ. aku masih diam, entah apa yang aku pikirkan. selama diperjalanan pun Rafa maupun aku tidak bicara sama sekali. Rafa membelokan motornya kearah Taman, dan parkir. masih tampak marah.
"engga bisa apa ya liat orang seneng dikit, ada aja yang bikin kesel. lagi enak-enak makan es krim juga." celotehnya. apa? aneh sekali orang ini, tadi dia marah sekali tapi sekarang dia menyesali pergi dari tempat es krim tadi? Astaga! dia benar-benar aneh.
"cewek itu siapa a? pacarnya ya?" kataku sambil meneguk air mineral yang Rafa kasih ke aku.
"Iya, tadinya. aku pacaran sama dia sekitar 6 bulan lalu, kami putus karena aku liat dia pelukan sama sahabat aku." kenangnya, "sudahlah, ngapain ngomongin cewek gila cowok gitu. bikin pusing aja, " katanya berjalan cepat.
"kita mau kemana?" tanya ku mencoba mengejarnya.
"cari es krim, seenggaknya cari makanan apa gitu. kita jajan aja sambil main-main disini." katanya tersenyum.
"oke" kataku masih dalam keadaan setengah bingung dan engga percaya. tadi terlihat marah, lalu tampak bodoh sekali, dan barusan dia terlitah sedih dan tiba-tiba sebiasa ini? dia sangat bisa menyembunyikan perasaannya.
seharian aku dan Rafa main-main sampai handphone ku bunyipun tak terdengar oleh ku, banyak Missed Calls dan Messages di handphoneku. ternyata salah satu sahabatku menggodaku karena dia melihat aku dengan Rafa. dia pikir Rafa pacarku, dia bilang aku harus mengenalkan rafa pada dia dan sahabatku yang lain nanti saat berkumpul. Rafa malah tertawa saat aku bilang padanya.
"bilang aja iya, nanti kamu kenalin aku sama temen-temen kamu itu. gampangkan, siapa tahu aja ada yang mau jadi pacar aku, kamu juga boleh deh kalau mau jadi pacar aku." katanya menggodaku. si Bodoh itu terus saja tertawa dan menggodaku, lelaki itu bahagia sekali jika aku sedang susah.
"sya," katanya meutupi badanku dengan jaketnya karena ini sudah sore sekali, adzan isya pun sudah terdengar. "abis sholat kita nyari makan lalu pulang oke." katanya mengusap rambutku. aku mengiyakan dan masuk ke mesjid yang sama saat sholat magrib, begitu juga Rafa.
"ayo, kita cari makan. kalo kenapa-kenapa bahaya ini anak orang" katanya menggoda ku."
"Kebiasaan kan, hobi banget sih ngegodain orang!" kataku setengah berteriak. akhirnya aku dan Rafa menemukan tempat makan, Nasi Goreng pinggir jalan itu ramai pengunjung dan katanya enak banget. Rafa makan lahap sekali malam ini, sepertinya dia sangat lapar setelah seharian main-main, aku juga lapar sekali malam ini.
"sya, " katanya memegang tanganku saat diperjalanan pulang.
"hmm?" jawabku
"kamu tahu apa yang tadi aku omongin sama cewek itu tadi siang?"
"ya, kamu bilang gini -Iya. gw suka sama dia dan gw sayang sama dia, bahkan gw cinta sama dia. Puas!, gitukan?" kata ku sambil memperagakan gaya Rafa nunjuk-nunjuk wanita itu.
"hahaha, kebiasaan deh kamu sya, selalu meragain apa yang kamu liat, lucu tahu engga. aku jadi suka sama kamu." katanya sambil tertawa. aku ikut tertawa tanpa tahu mengerti apa yang dia bicarakan karena aku merasa sangat mengantuk.
"kamu masuk gih, terus istirahat." katanya sesampainya di halaman rumah ku. "mimpi indah yaa" katanya tersenyum dan mengacak-acak rambutku. aku membuka pagar dan masuk.
"hm sya !" panggil Rafa.
"ada apa lagi ?" katku berbalik.
"Aa sayang kamu.." tersenyum dan menstater motornya lalu menghilang di ujung komplek rumahku.
aku bingung sampai-sampai terbawa mimpi saat Rafa bilang sayang padaku. astaga ! orang itu bukan cuma aneh, tapi mengganggu tidurku.

sore itu saat Rafa mengajakku makan es krim di tempat biasa, dia seperti orang bingung dan hanya terdiam, aku sangat aneh melihatnya, secara Rafa yang cerewet itu sore ini bahkan seharian ini aku tidak melihatnya melucu seperti biasanya.
"Kamu kenapa sih a ?" tanyaku
"engga. kenapa emang? ada yang aneh!" jawabnya menatapku. aku hanya menggelengkan kepalaku. kalau aku bilang iya mungkin dia akan tersinggung.
"maaf ya." katanya. kini aku yang menatapnya, "mungkin buat kamu ini aneh atau apa ya, tapi aku mau kamu tahu, kalau aku ... (uhukk)" dia menghentikan ucapannya dan terus terbatuk.
"engga bisa pelan-pelan sih. sini .. "kataku mengusap seputaran bibirnya yang belepotan es krim karena batuk tadi. dia memegang tanganku, "Makasih ya sya." katanya, aku hanya mengangguk dan melanjutkan makan es krim ku sambil terus memperhatikan Rafa yang dari tadi seperti gelisah.
"kamu sakit a?"tanyaku, dia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"aku sayang kamu sya, was merried to me.." ucapnya menatap dan menggenggam tanganku. aku berhenti menyantap es krim ku, aku benar-benar tidak bisa berucap apa-apa. aku syok, aku kaget, engga tahu harus berbuat apa.
"mungkin kamu pikir ini terlalu cepat untuk kita sya, tapi aa yakin kamu juga punya perasaan yang sama buat aa .." katanya terus menatapku tanpa berpaling sedikitpun.
"hm .. tapi a .." aku menghentikan ucapanku, aku memang menyukai bos ku ini, tapi ..
"aa engga lagi becandaa kaan ??" tanyaku membuatnya tertawa ..
"aa tahu kamu pasti bilang gitu. aa serius sya .." katanya mendadak serius raut mukanya.
aku berdiri dan melangkah, seketika itu juga raut wajah kekecewaan di wajah Rafa.
"aa tahu .. "Kataku So serius. "aku engga mungkin nolak aa, karena aku juga sayang aa.." kataku dan Rafa langsung berdiri dan memelukku lalu mencium keningku.
ini terlalu cepat untuk ku, memang. pertemuan yang singkat, dalam wktu beberapa bulan kedekatanku dengan Rafa, akhirnya kami berdua mengakhiri masa lajang kami. dalam waktu dekat keluarga Rafa melamarku dan kami akan menikah. tak pernah ku sangka, sejak aku memutuskan untuk sendiri justru aku akan menikah ..
terima kasih Tuhan, terima kasih cinta .. :) hati ini telah terisi nama seseorang yang kini ku cintai dan mencintai aku. inilah kebahagian dalam pertemuan yang singkat .. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar